.:: Panik ::.
media @ 1:40 PM

(Sepenggal cerita dari belakang meja Finance)

***

oleh: Frits Isak Lake, S. Sos

***

Siang itu tepatnya hari senin tanggal 28 Agustus 2006, di ruang finance banyak berkas yang berhamburan dan banyak pekerjaan yang menumpuk.

"Hari ini deadline laporan keuangan", teriakku dalam hati. Seharusnya laporan keuangan harus masuk ke Oxfam GB tanggal 24 setiap bulannya tetapi bulan ini saya sudah terlambat memasukkan laporan. Seminggu sebelumnya saya mengikuti kegiatan konpercab GMKI Kupang di Naioni Kec. Alak Kota Kupang dan baru pagi tadi saya balik ke kantor.

Saya masih ingat waktu pagi tadi, Winston Rondo (direktur CIS Timor) menelpon saya,
"Frits, ada dimana sekarang?", kata Winston di telepon. "Kenapa belum balik Kantor?", Lanjutnya
"Maaf Kak, Beta tadi malam sonde dapat Motor. Sekarang Beta sudah di Bemo", Jawab Saya Kepada Winston.
"Frits, Pokoknya beta sonde mau tahu, ini hari lu harus kasih masuk Laporan Keuangan", Kata Winston sambil menutup Telepon.

Ketika saya tiba di kantor, Winston sudah menunggu dengan wajah yang cemberut dan tidak mengatakan sesuatu. Saya hanya menyapa dia sambil terus masuk ke dalam ruangan finance.
Saya mulai mengerjakan laporan keuangan yang telah saya tinggalkan selama seminggu dan saya dapati ternyata masih banyak yang harus saya buat. Lembar demi lembar kwitansi dan nota-nota mulai saya susun berdasarkan urutan waktu pembelanjaan, kemudian memasukkannya dalam computer cash (Format yang ada dalam Komputer). Ada beberapa form yang belum saya buat dan belum ditanda-tangani oleh kawan-kawan yang lain. Ini membuat pekerjaan saya yang harusnya sederhana menjadi bertambah karena harus bolak-balik keluar ruangan mencari kawan-kawan untuk mengisi form yang kurang.

"Coba ini laporan, beta su cicil-cicil dari awal bulan mungkin beta sonde akan susah begini" kata saya pada Iwan Rona, teman finance yang ikut membantu saya. Ini memang salah satu kebiasaan jelek saya, sering menunda-nunda pekerjaan.

Hari makin siang waktu terus berputar seperti mengejar saya. Menyusun, menempel, mengisi form yang kurang, mencari kawan lain untuk tanda-tangan merupakan rangkaian pekerjaan yang harus saya buat hari itu dan rasa-rasanya hampir tidak ada waktu untuk istirahat. Saya terus bekerja dibantu oleh Iwan, ada Iren, dan Ruslan yang ikut menempel nota-nota yang telah selesai saya susun. Mulai dari meja kerja saya pindah ke lantai karena meja kerja saya hampir tidak bisa memuat kertas-kertas yang semakin menumpuk dan berserakan. Saya butuh tempat yang lebih luas jadi terpaksa lantai ruangan jadi pilihan saya.

Di sela-sela saya mengerjakan laporan, Winston masuk ke ruang finance untuk memantau saya bekerja, "Ama, su ada yang bisa beta tanda-tangan ko?" kata Winston. "Sudah kak" Jawab saya sambil menyerahkan beberapa berkas yang harus ditandatangani.

Jam 12.30 siang, Nancy, Finance Oxfam GB menelpon saya dan menanyakan tentang perkembangan laporan keuangan.
"Siang Pak Frits, kapan saya bisa dapat laporan CIS” Kata Nanci mengawali pembicaraannya di telepon.
"Sorry kak, Laporan sudah habis dan sekarang masih ditempat Foto Copy" Jawab saya sambil berkelit untuk mengulur waktu.
"Masa sudah tanggal begini, laporan juga belum kasih masuk?". Kata Nancy agak ketus.
"Sebentar sore Laporan CIS sudah harus diantar ke sini" Lanjut Nancy dengan suara tegas.
"Ok kak, beta usahakan” Kata Saya sambil mengakhiri pembicaraan ditelepon.
Pembicaraan di telepon itu membuat saya bertambah panik!

Sekitar jam 4 sore, semua nota sudah selesai saya tempelkan dan tinggal mengentrinya dalam komputer. Saya semakin panik karena waktu tinggal sebentar lagi. Karena saking paniknya kaki saya menyentuh tombol reset pada komputer dan komputer harus direstrart dari awal.

"Komputer Bangsat", teriak saya sambil memukul monitor komputer. Bayangkan sudah banyak data yang saya entri dan saya belum sempat menyimpannya. Saya harus mulai mengerjakannya dari awal.
"Tenang...tenang...tenang..."saya berkata sendiri untuk menenangkan diri saya yang lagi panik.
Tepat jam 4.30 semua laporan sudah selesai saya kerjakan dan tinggal beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Winston. Setelah Winston selesai saya menjadi lega.

Dari peristiwa hari itu saya belajar untuk tidak menunda-nunda pekerjaan sekecil apapun, karena saya menyadari tidak banyak yang bisa saya buat berhubungan dengan komunitas dampingan.
Pekerjaan saya hanyalah membuat laporan keuangan untuk mensuport kawan-kawan lain yang bekerja di lapangan. Tapi berbuat yang terbaik dari pekerjaan saya akan membuat segalanya menjadi indah.

***

(Posting, Kupang, 28 January 2008)

***


|

alamat kontak

CIS Timor
Jl.KB.Lestari No.11, Kota Baru, Walikota, Kupang
Nusa Tenggara Timur
Tel/Fax. 0380-833210
e mail : cis_timor@telkom.net

Navigasi

diari relawan

10 tulisan terakhir

  • .:: Adui dan Neneknya ::.
  • .:: Sore itu, "Saya Reporter atau Relawan Pendampi...
  • .:: Kisah yang di tinggalkan ::.
  • .:: Surat dari Lapangan ::.
  • Surat dari seorang Ayah
  • Menjelang Pagi di Atambua
  • Tiga Perempuan Pejuang Hidup
  • Kisah yang di tinggalkan
  • Selamat Tinggal Benoka
  • KOMITMEN
  • arsip tulisan

  • October 2005
  • March 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2007
  • January 2008
  • sapa kami

    # pengunjung

    web counter
    web counter
    Copyright ©2005 cis timor. All rights reserved | designed by : okke